Abstract

Bimbingan keagamaan adalah segala kegiatan yang dilakukan seseorang dalam rangka memberikan bantuan kepada orang lain yang mengalami kesulitan- kesulitan rohaniyah dalam lingkungan hidupnya agar supaya orang tersebut mampu mengatasinya sendiri karena timbul kesadaran atau penyerahan diri terhadap kekuasaan Tuhan. Maka dengan demikian ada kemungkinan bahwa si terbimbing perlu diberi kemampuan melihat rangkaian problematika yang dihadapi seputar masalah-masalah keagamaan yang mengganggu ketenangan hidupnya baik dari segi kejiwaan maupun fisiknya. Dengan adanya kenyataan demikian maka bimbingan keagamaan perlu memiliki pengetahuan tentang tata cara membimbing secara Islami sehingga sekurang-kurangnya dapat memenuhi kriteria-kriteria tujuan bimbingan keagamaan itu sendiri seperti membantu si terbimbing memiliki sumber pegangan keagamaan dan membantu si terbimbing agar bersedia mengamalkan ajaran agamanya. Adapun nilai bimbingan yang dapat diterapkan dalam ajaran agama Islam dapat digunakan pembimbing untuk membantu si terbimbing menentukan pilihan perubahan tingkah laku positif, mengatasi problematika kejiwaan klein dan lain sebagainya.

Tujuan Bimbingan Keagamaan

Tujuan Bimbingan Keagamaan-Bimbingan keagamaan yang dilaksanakan tentu mempunyai tujuan yang ingin dicapai. Sebenarnya tujuan bimbingan keagamaan harus relefan dengan dasar pelaksanaannya, yakni mendasarkan pada pandangan terhadap hakekat manusia selaku makhluk individu, sosial dan makhluk susila.

Untuk mencapai tujuan tersebut, tentunya harus memenuhi kriteria tertentu, yakni dengan taqwa kepada Allah SWT. Kaitannya dengan pembentukan insan yang taqwa itulah pengasuh Panti memberikan bimbingan keagamaan kepada mereka yang tinggal di Panti khususnya remaja.

Kemudian sebagai makhluk sosial manusia mempunyai kecenderungan untuk mengadakan hubungan dengan orang-orang di sekelilingnya. Dalam rangka untuk menumbuhkan sikap sosial remaja, maka pengasuh Panti perlu memberi pertolongan dengan cara menanamkan pendidikan sosial. “Pendidikan sosial ini melibatkan bimbingan terhadap tingkah laku sosial, ekonomi dan politik dalam rangka aqidah Islam yang berbentuk ajaran-ajaran dan hukum-hukum agama”.

Dengan mendasarkan pada pandangan terhadap hakekat manusia dengan tujuan masing-masing, maka rumusan tujuan harus mencakup ketiga tujuan tersebut. Untuk dapat merumuskan tujuan bimbingan keagamaan , penulis terlebih dahulu memberikan tujuan bimbingan keagamaan secara umum. “Tujuan pokok bimbingan dan penyuluhan agama adalah memberi bantuan kepada anak bimbing agar mampu memecahkan kesulitan yang dialami dengan kemampuan sendiri atas dorongan dari keimanan dan ketaqwaannya kepada Tuhan”.

Karena bimbingan keagamaan ini relevan dengan pendidikan agama, maka bimbingan keagamaan itu bertujuan “Membimbing remaja agar menjadi muslim sejati, beriman, teguh, beramal sholeh, dan berakhlaq mulia, serta berguna bagi masyarakat, agama dan negara” (Zakiyah Darajat, 1986 : 28).

Dengan mengetahui tujuan bimbingan keagamaan secara umum itulah maka dapat dirumuskan, apa yang menjadi tujuan dari bimbingan keagamaan yang dilaksanakan , mengingat hakekat tujuan bimbingan keagama adalah untuk menjadikan manusia selaku makhluk individu, sosial, susila dan hal ini telah dapat tercakup dalam rumusan tujuan bimbingan secara umum tersebut.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s